oleh

Wakil Bupati Mamuju : Nama Destinasi Karampuang Sebaiknya Di Kembalikan Ke Nama Aslinya

Mamuju,sulbarnews.com | Wakil Bupati Mamuju, H.Irwan Pababari, SP, dalam hal ini ketua pelaksana kegiatan Vestifal Maradika Mamuju,saat bincang bersama di satu tempat di kota Mamuju, Sulawesi barat, baru-baru ini, sangat menyayangkan kalau nama destinasi tempat wisata pulau Karampuang sudah tidak memakai nama aslinya lagi, itu akibat pengaruh modernisasi dari bahasa Indonesia.

Menurut, wakil bupati Mamuju,Irwan Pababari, Bahwa, sebaiknya nama destinasi di sejumlah tempat Wisata yang ada di pulau karampuang, memakai nama yang asli (lokal) bahasa Mamuju, pasalnya, dengan memakai bahasa lokal Mamuju, itu sudah sesuai segmentasi kekayaan kebudayaan Mamuju sehingga tidak menghilangkan marwahnya sebagai sesuatu yang sakral.

”  sebaiknya, di sejumlah tempat wisata yang ada di pulau Karampuang memakai nama yang asli kembali yakni bahasa Mamuju, Walaupun selama ini sudah lama berubah nama, itu akibat pengaruh modernisasi dengan memakai bahasa Indonesia ” ucap Irwan.

Lanjut Irwan, menuturkan ”  bahwa sebelumnya pulau Karangpuang bernama Liutang dan salah satu desanya sebenarnya bernama Karangpuang namun setelah mengalami pengaruh serapan bahasa Indonesia bergeser menjadi Pulau Karangpuang dan nama lain disana seperti nama Sumur tiga rasa yang tersohor dengan sebutan sumur jodoh, sebenarnya dulu bernama Bujung dilaukang atau Bujung kayyang, ini harus dikembalikan keaslinya yang berbahasa Mamuju atau bahasa lokal, karena segmentasi kekayaan budaya tersebut akan kehilangan marwahnya sebagai sesuatu yang sakral saat telah mengalami perubahan atau modernisasi ” tutur Irwan

Irwan menambahkan, ” dengan kembalinya penamaan lokal akan menjadi salah satu upaya untuk menjaga keaslian kekayaan budaya di Mamuju ” ungkapnya.

Di tempat yang sama, kepala Desa Karampuang, Hasdiah, mengakui dan sangat setuju  tentang pengembalian nama yang di maksud oleh Wakil bupati mamuju, H.Irwan Pababari.

” Saya sangat setuju kalau ada pengembalian nama tersebut soalnya  banyak nilai dan arti yang sudah bergeser saat nama tersebut di ubah ” ungkap ibu Hasdiah, kepala desa karampuang.

(M Jasman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jasmanbaras