oleh

Di Tengah Pandemi, Agus, Angkat Bicara Soal Isu Polemik Terkait BPJS Di Kab.Pasangkayu

PASANGKAYU | sulbarnews.com — Bupati Pasangkayu DR.Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP, di dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda, (18/05/2020) tepatnya, di ruang kerjanya, kantor bupati pasangkayu,Jl.Ir.Soekarno.

Dalam rapat tersebut, kali ini Agus angkat bicara soal polemik BPJS di kab.Pasangkayu dan meminta kepada sejumlah pihak tertentu seperti anggota DPRD Pasangkayu jangan asal bicara dan melempar isu yang tidak jelas, itu harus berdasarkan analis dan terukur

Polemik yang terjadi adalah soal kerja sama dengan BPJS kesehatan. Ada tudingan bahwa Pemkab Pasangkayu melakukan bisnis di balik belum dilanjutkannya perjanjian kerja sama antara pemkab dengan BPJS pada tahun 2020.

Menurut, Agus, seharusnya setiap pernyataan yang di lontarkan berdasarkan analisis dan terukur, terlebih jika tudingan itu di lontarkan oleh salaseorang anggota DPRD kab.pasangkayu

“Jangan asal bicara, jangan asal buang isu. Harus berdasarkan analisis dan terukur. Apa lagi ini anggota DPRD yang mengucapkan, seharusnya lebih paham. Jangan membuat pemerintah seolah tidak punya kepedulian dan komitmen,” ujar Agus Ambo Djiwa

Agus berharap agar kiranya publik perlu memahami bahwa putusnya PKS dengan BPJS kesehatan bukan karena unsur kesengajaan pemkab. Namun, disebabkan adanya kenaikan iuran. Sehingga jika tetap dipaksakan membangun perjanjian kerja sama dengan BPJS, maka Pemkab akan mengalami defisit sekira Rp8 miliar lebih.

Kendati demikian, Agus, menegaskan pelayanan kesehatan terhadap peserta PBI tetap berjalan. Rumah sakit atau pun puskesmas di larang menolak pasien.

“Kita tidak boleh membangun perikatan kalau anggaranya belum ada. Sekarang bagaimanapun caranya kami berusaha untuk memperolah anggaran Rp8 miliar lebih itu, agar kita bisa kembali menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan BPJS kesehatan,” jelas bupati dua periode ini.

Ditambahkannya, bahwa persoalan BPJS adalah persoalan pemerintah daerah, yang berarti mencakup Pemkab dan DPRD. Sehingga sudah seyogyanya secara bersama mencari solusi penyelesaiannya

Jurnalis : M Jasman s pali