oleh

APKASINDO Perjuangan, Laksanakan Rapat Sosialisasi Sertifikasi ISPO, RSPO Dan BPJS Ketenagakerjaan Petani

PASANGKAYU — Bertempat di balai pertemuan Kantor kepala desa Bulubonggu, kec.dapurang, kab.pasangkayu, prov.sulbar. Kamis, (01/40/2021). Ketua dewan pengurus unit (DPU) APKASINDO perjuangan kec.dapurang, Arwin Rusdi,S.Sy, laksanakan rapat sosialisasi Sertifikasi ISPO, RSPO dan BPJS Ketenagakerjaan. Sekira pukul 09.00 wita. Pagi.

Rapat tersebut, dihadiri Camat Dapurang Syamsuddin, S.Sos, M.A.P, Kepala BPJS Ketenagakerjaan kab.pasangkayu Endy Pratyono, DPW Apkasindo, Sulawesi Community Foundetion (SCF), sekretaris DPW Apkasindo dan kelompok tani sawit desa Bulubonggu.Pada kesempatan itu, selaku ketua dewan pengurus unit (DPU) Apkasindo Kec.Dapurang Arwin, menyampaikan kata sambutannya, ” Sosialisasi ini dilaksanakan dengan terpenuhi 4 unsur kemitraan dalam pengembangan sawit kerakyatan yang berkelanjutan, yaitu Pemerintah, Apkasindo, SCF dan BPJS ketenagakerjaan, 4 unsur kemitraan inilah yang akan mendampingi IPES SMART dalam melakukan pendataan Petani kelapa sawit kerakyataan/ swadaya dan pelaksanaan pendampingan para petani kelapa sawit agar terpenuhi persyaratan menuju kelompok sertifikasi ISPO dan RSPO,” tuturnya.

Sebagai General Maneger ikatan petani kelapa sawit (ipes) sekaligus seorang kades Bulubonggu Arwin Rusdi,S,Sy juga menjelaskan tentang pentingnya sertifikasi ISPO bagi para petani sawit, ” Kenapa sertifikasi itu penting, karena harga sawit kita tidak mampu bersaing di kalimantan dan sumatra disebabkan para petani sawit swadaya kita belum tersertifikasi ISPO seperti di kalimantan dan sumatra, disana mereka sudah berjalan beberapa tahun, sehingga harga sawit stabil dan mensejahterakan masyarakat. Arwin Rusdi melanjutkan betapa pentingnya juga dengan sertifikasi RSPO agar petani sawit kita mendapatkan pengahsilan bukan hanya dri pendapatan penjualan TBS langusng tapi juga memdapatkan Hasil dari Penjualan angka-angka dari penjualan TBS dari RSPO, intinya petani sawit mendapatkan 2 penghasilan. disamping itu pula makanya kami menggandeng BPJS ketenagakerjaan agar ikut serta dalam mempercepat Kelompok sertifikasi ISPO dan RSPO, ” tambahnya.

Sementara itu di tempat yang sama, selaku pemerintah, Camat Dapurang, Syamsuddin,S.Sos, M.A.P, mendukung kegiatan tersebut, ” bahwa pemerintah harus hadir dalam mendampingi petani sawit kita dan mengutamakan kesejahteraan para petani dengan fokus melakukan pembenahan- pembenahan agar masyarakat kita betul-betul bisa sejahtera dan kapanpun kami selaku pemerintah siap membantu dukungan-dukungan,” kata camat.

Ditambahkan, Sukidi wijaya selaku ketua DPW Apkasindo juga memaparkan tetang apa dan bagaimana Apkasindo tersebut,” bahwa Apkasindo perjuangan sudah melakukan pendampingan hukum tentang penetapan harga sawit sebagai perwakilan masyarakat, beliau 2 kali hadir di komisi 4 DPR RI, di DPRD provinsi dan DPRD sulteng semata-mata mencari peluang bagaimana dalam penetapan harga sawit ini tidak lagi di main-mainkan dan hal itu sudah terealisasi beberapa bulan ini. Apkasindo Perjuangan akan menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan kepentingan dan hak-hak petani sawit kita,” tutur Sukidi.

Selain itu Sukidi juga mengatakan, ” bahwa perjuangan Apkasindo ini tidak merugikan masyarakat dalam tuntutan dalam penetapan harga akan tetapi siap memblokade Jalur – jalur pengangkutan CPO jika hak – hak masyarakat dirugikan, jika Harga CPO stabil dan selalu naik maka harga sawitpun juga harus ikut naik, ” tuturnya.

Ditempat yang sama pula Muhammad Sultan selaku pendamping SCF mitra yayasan SPOS turut menjelaskan tentang hal ikhwal tersebut, ” bahwa kami selaku SCF mitra YAYASAN SPOS KEHATI INDONESIA membawa program pendapingan sawit kerakayatan kepada masyarakat dalam program pemetaan dan pendataan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebagai syarat memperolah sertifikasi ISPO dan RSPO, juga sebagai syarat memperoleh Replanting kelapa sawit serta memperoleh sarana dan prasarana pengembangan kelapa sawit swadaya masyarakat dan Kami SCF melakukan pendampingan ini di mulai dari desa Bulubonggu dan Benggaulu di mulai sejak awal tahun 2020 dan tahun ini kami ditugaskan melakukan program yang sama di desa Dapurang, Tirtabuana dan Sarasa dan berharap kelompok IPES SMART sebagai binaan SCF akan melanjutkan program ini ke desa-desa yang lain di kabupaten pasangkayu berhubung kontrak SCF akan berakhir desember 2021 ini dan Program ini kami lakukan atas bantuan dana hibah dari inggris melalui menteri luar negeri yang di verifikasi oleh kementrian dalam Negeri hingga ke kami sehingga kami turun kedesa pendampingan agar petani sawit kita bisa mendapatkan dana hibah luar negeri untuk keberhasilan petani sawit kita dalam lingkungan dan eko sistemnya,” jelas Sultan

Dalam rapat tersebut, selain ketua DPU yang juga adalah seorang kepala desa Bulubonggu, camat dapurang, DPW APKASINDO, SCF. Hal ini sebagai pihak badan penjamin sosial ketenagakerjaan (BPJS) kab.pasangkayu Endy Pratyono, turut pula menjelaskan secara singkat tentang kekerjasamaan perlidungan BPJS ketenagakerjaan terhadap petani,” bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir bukan saja hadir sebagai jaminan keselamatan kerja secara struktural tapi hadir juga sebagai penjamin keselamatan kerja untuk para petani dan lain sebagainya secara mandiri, ” jelas Endy.

Rapat sosialisasi yang di maksud berjalan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Liputan kegiatan : Adriyansah
Peramu berita      : M Jasman