oleh

Terkait 41 Milyar Kasus BPD Sulselbar, Kembali Tim Tabur Berhasil Menangkap Seorang DPO

MAMUJU — Berdasarkan Surat Perintah (SP) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kajati Sulbar), Johny Manurung, SH tertanggal 22 Februari 2021, tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Sulbar berhasil melakukan penangkapan DPO terpidana Merry Yasti Tangkepadang yang dinyatakan buron selama 11 (sebelas tahun). Jumat, 9/4/ 2021 sekira pukul 21.30 WIB di Depok Jawa Barat.

Tim Tabur yang dipimpin langsung oleh Kajati Sulbar Johny Manurung, SH didampingi Asisten Intelijen Irvan Samosir, SH, MH, bersama Tim Tabur Kejati Sulbar dibantu Tim Intelijen Kejari Depok tepatnya di Kecamatan Cisalak di rumah terpidana.

“Tepat pukul 21.30 Wib, tim berhasil membekuk dan menangkap terpidana di dalam rumahnya tanpa melakukan perlawanan, sehingga terpidana berhasil di bawa oleh tim Tabur Kejati Sulbar untuk diamankan sementara di Kantor Kejari Depok,” ungkap Kasi Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin dalam keterangan Persnya.

Dikatakan, sebelumnya buronan terpidana Merry Yasti Tangkepadang tergolong lihai, sebab sudah lama dicari dan diburu oleh Tim Tabur Kejati Sulbar, sejak bulan Maret 2020, namun selalu berhasil meloloskan diri, mulai dari Kabupaten Mamuju, Kota Palu, terpidana selalu melarikan diri hingga ke Kecamatan Doda Kabupaten Poso.

Diketahui, Merry Yasti Tangkepadang merupakan Terpidana kasus korupsi Dana Kredit Modal Kerja (KMK) pda Bank BPD Sulselbar cabang Pasangkayu yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 41.000.000.000,- (empat puluh satu milyar rupiah).

Berdasarkan Putusan MA No. 1556.K/Pidsus/2010 Tanggl 4 Oktober 2011 dijatuhi hukuman penjara selama 4 (empat) tahun, Denda Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidiair 3 (tiga) bulan penjara dan Uang Pengganti Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah), subsidiair 1 (satu) bulan penjara karena terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ditambahkan, penangkapan Buronan merupakan pelaksanaan arah kebijakan dari Jaksa Agung RI DR. Burhanuddin, didelegasikan oleh Kajati Sulbar (Johny Manurung, SH kepada tim Tabur Kejati Sulbar sebagai bahagian dari penegakan hukum dan HAM dalam hal menuntaskan semua tunggakan eksekusi perkara pidana, baik pidana khusus maupun pidana umum.

“Setelah ditangkap, yang bersangkutan dibawa ke Kejari Depok untuk eksekusi badannya ke Rutan Depok mengingat kondisi DPO sedang dalam hamil 9 bulan,” tutup Amiruddin. ( Hms/js).