oleh

Disdikpora Kab.Pasangkayu, Albar, S.A.P., M.AP, Ikuti Sosialisasi Program Sekolah Penggerak (PSP)

SULBARNews.com | Makassar — Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kab.Pasangkayu, prov.sulbar, mengikuti kegiatan sosialisasi Program Sekolah Penggerak (PSP) sebagai katalitas untuk mencapai visi pendidikan Indonesia serta membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Kegiatan tersebut, di ikuti oleh
Peserta seluruh Indonesia bagian timur yang di selenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian ristek Pendidikan dan Kebudayaan, tepatnya di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, sejak hari kamis,17-19 Juni 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dirjen PAUD, DIKNAS, DIKMEN, Direktur Pendidikan Dasar dan perwakilan kemendagri beserta seluruh utusan Dinas Pendidikan dari masing-masing daerah se-indonesia timur.Di konfirmasi Kepala Sub Bagian umum dan kepegawaian (kasubag) Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) kab.pasangkayu yang mengikuti Sosialisasi Program sekolah penggerak (PSP) tersebut, Albar, S.A.P., M.AP, mengatakan,

” bahwa setelah saya menyimak sosialisasi tersebut, sekolah penggerak ini di maksudkan untuk menggerakkan kemampuan Sekolah dalam hal ini adalah Kepala sekolah dan Guru bisa bergerak untuk selalu berinovasi, sehingga sekolah yang mereka bina dan mendidik agar mampu melakukan transformasi secara cepat, selain itu sekolah penggerak juga dimaksudkan mampu menjadi agen perubahan bagi sekolah-sekolah lainnya, sehingga pada akhirnya semua sekolah di Indonesia akan menjadi sekolahnya penggerak, ” jelas Albar.

Lanjut Albar mengatakan, ” bahwa adapun tujuan dari kegiatan ini agar dapat melahirkan siswa yang memiliki kompetensi yang handal, tapi untuk melahirkan siswa yang handal haruslah ditunjang guru-guru yang hebat, kepala sekolah yang hebat dan juga SAPRAS yang memadai, ” tutur Albar.

Lebih Lanjut Albar menjelaskan, ” Tapi bedanya sekolah penggerak ini, semua sekolah akan diajak untuk bergerak, sedangkan kalau dulu sekolah yang banyak menerima bantuan hanya difokuskan ke sekolah Inti, sekolah unggulan, sekolah model,” kata Albar,

Albar menambahkan, ” Untuk sekolah Penggerak ini, semua sekolah berhak menerima bantuan, sekolah penggerak hanya dijadikan sebagai agen Perubahan, hanya dijadikan sebagai inisiator dalam menjembatani sekolah-sekolah sekitar untuk berbagi solusi dan inovasi guna meningkatkan mutu pembelajaran. Sehingga konsep sekolah penggerak ini sebenarnya mengadopsi konsep gotong- royong dalam pendidikan atau dapat juga dimaknai sebagai kolaborasi pendidikan. pendekatan kolaboratif dalam pendidikan inilah dimungkinkan merupakan salah satu cara paling efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah, ” tuturnya.

” Nah diakhir sambutan pak Dirjen semalam menekankan bahwa semua sekolah baik negeri maupun swasta minimal memiliki 1 leptop untuk tingkat PAUD, 15 Leptop untuk sekolah SD, SMP, dan 20 leptop untuk SMA sederajat, jika ada sekolah yg belum memiliki maka ini yang harus didata untuk diajukan ke Kemendikbud untuk menerima DAK FISIK nantinya. Karena saat ini kita telah dituntut untuk menuju pembelajaran digitalisasi, nah pertanyaannya gimana sekolah yang sampai detik ini masih belum terdapat jaringan internet? Kemendikbud juga sudah bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi bahwa tahun 2023 semua sekolah sudah memiliki fasilitas Internet,” Tutup Albar.

Sumber : Kasubag Disdikpora kab.pasangkayu