oleh

Terkait Aksi Radikal, ini tanggapan Ketua FKUB Mamasa dan Pasangkayu

SULBAR — Pasca terjadinya kontak senjata antara satgas madago raya dengan kelompok teroris MIT Poso, Personil keamanan Masih melakukan pengejaran terhadap 4 orang Jamaah Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang salah satunya merupakan mantan napiter yang pernah menjalani hukuman di lapas polman terkait aksi terorisme.

Guna mengantisipasi terjadinya adanya pelarian dari 4 orang sisa DPO MIT pasca kontak tembak dengan satgas madago raya, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kab. Mamasa dan Kesbangpol Kab. Pasangkayu dalam setiap kesempatan melakukan himbauan maupun sosialisasi untuk tetap waspada terhadap adanya orang atau pendatang baru di wilayah Kab. Mamasa dan Kab. Pasangkayu, Prov.sulawesi Barat.

Dalam pernyataannya, ” Kepala Kesbangpol Pasangkayu Andi Rahmat menyampaikan bahwa saat ini kami selaku Kesbang Pasangkayu telah melakukan upaya-upaya pencegahan serta deteksi dini terhadap adanya orang maupun pendatang baru yang masuk di wilayah Pasangkayu, ” ungkapnya.

Ditempat berbeda, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kab. Mamasa Pdt. ZAKARIA mengatakan, ” bahwa selaku FKUB kami akan berupaya melakukan segala upaya dalam rangka mencegah terjadinya aksi terorisme di wilayah mamasa serta senantiasa intens melakukan komunikasi dengan semua pihak untuk mendukung upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Mamasa dalam kaitan mengantisipasi aksi teror khususnya di mamasa dan sulbar pada umumnya,” sebut pendeta Zakaria.

Kesbangpol Pasangkayu dan FKUB Mamasa juga meminta kepada seluruh warga masyarakat Sulbar untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam pemberantasan terorisme dan mengantisipasi penyebaran paham radikalisme.

Selain itu, FKUB Mamasa dan Kesbangpol Pasangkayu juga mengapresiasi kinerja dari Aparat Kepolisian Polda Sulbar yang bekerjasama dengan densus 88 satgaswil Sulbar dalam upaya memberantas kelompok terorisme di wilayah Prov. Sulbar. (*)