oleh

Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW, Ponpes DDI SARUDU Hadirkan Putra KH.Ambo Dalle

PASANGKAYU — Belum Lama ini, Pondok Pesantren DDI SARUDU, memperingati Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema,” Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Dalam Segala Aspek Kehidupan” yang di selenggarakan oleh Pimpinan Pondok pesantren DDI SARUDU Ustadz Mahmud Latif,S.Pd.i dan di bantu oleh para pembina pondok, di antaranya Ustadz Darmansyah dan Ustadz Dirman, tepatnya di halaman Gedung Sekolah Aliyah Ponpes DDI SARUDU, dusun tanamoni, desa Sarudu, kec.sarudu, kab.pasangkayu, prov.sulawesi barat, Sabtu, pukul 09.00 WITA (13/11/2021).Hadir dalam acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW, adalah AGH. Muhammad Rasyid Ridha Ambo Dalle,S.Pd.i, dan Penceramah dari Palu Alumni As’adiyah AGH Aliasyadi,Lc,MA, Ibu camat Sarudu, Wakapolsek Sarudu, perwakilan kepala kantor Kementrian agama kab.pasangkayu, Satriwan dan santriwati Ponpes DDI SARUDU, para tokoh Agama dan tokoh masyarakat, Pimpinan Pondok pesantren dari berbagai tempat. serta hadir pula para orangtua santri, namun dimasa pandemi covid-19, para hadirin tetap mematuhi protokol kesehatan.Acara diawali dengan menampilkan peserta anak didik membacakan surah Ummul Qur’an dan membacakan sejarah detik – detik menjelang wafatnya Nabi Besar Muhammad SAW serta lantunan Shalawat Nabi dengan penuh penghayatan dan suara yang sangat merdu sehingga membuat semua hadirin terpukau.Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok pesantren DDI SARUDU Ustadz Mahmud Latif,S.Pd.i, dalam kata sambutannya, mengucapkan, ” Terima kasih kepada tamu undangan yang mana telah Sudi meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara Maulid Nabi Besar Muhammad. SAW, dan tak lupa saya ucapkan selamat datang Andre Gurutta tomalebbi’e AGH. Muhammad Rasyid Ridha Ambo Dalle,S.Pd.i, beliau adalah Putra Andre Gurutta KH.Abdul Rahman atau lebih di kenal dengan sebutan Andre Gurutta KH.Ambo Dalle seorang Pendiri Darul Dakwah Wal-irsyad di Indonesia (DDI) dan Selamat datang pula Andre Gurutta AGH Aliasyadi,Lc,MA, Alumni As’adiyah Sengkang sehingga hari ini alumni As’adiyah Sengkang dengan Alumni DDI dapat bertemu di dalam satu wadah, Syukur Alhamdulillah, ” ucap Ustadz Mahmud.Ustadz Mahmud Latif juga menceritakan secara singkat sejarah berdirinya DDI SARUDU, ” bahwa sejak tahun 97 Bapak saya sudah sakit-sakitan sedangkan beliau menginginkan ada berdiri Darul Dakwah Wal-irsyad (DDI) khususnya di Sarudu, Namun pada waktu itu beliau belum sempat mendirikan DDI, sebab Allah.Swt, telah memanggilnya. Sehingga dengan amanah itu saya anaknya melanjutkan cita-cita Almarhum Ayahanda saya Ustadz Abd.Latif, agar dapat membangun pondok pesantren yang dimaksud, dan Syukur Alhamdulillah sampai hari ini apa yang di amanahkan dan cita-cita Almarhum Ayahanda saya dapat terwujud, hal itu tidak terlepas dari dukungan moral oleh seorang Tokoh Sarudu yang mumpuni, H.Yaumil Ambo Djiwa,SH, Kala itu Beliau Masih Kepala desa Sarudu dan saat ini sudah menjadi Bupati Kab.Pasangkayu, ” tuturnya.Ditempat yang sama, mewakili kepala kantor kementrian agama kab.pasangkayu, bidang Bimas islam Ustadz H.Sudarman, menyampaikan,” melalui acara maulid di pondok pesantren DDI SARUDU ini, saya mengajak kepada seluruh orangtua saya agar sekiranya memasukkan anaknya di pondok pesantren guna membina akhlak anak-anak kita supaya lebih baik lagi, kalau kita menitipkan anak-anak kita Insha Allah, disitu akan dibina, akan diajarkan mengaji dan tidak akan bebas berkeliaran dimana-mana, tetapi kalau biasanya di rumah, anak-anak kita bisa saja berkeluyuran diluar, kemudian saya sampaikan, banyak masyarakat melaporkan di bimbingan masyarakat Islam di kantor kementerian agama di kabupaten pasangkayu, bahwa ternyata yang akan menikahkan anaknya di persulit, di persulitnya kenapa karena menurut mereka katanya umur anaknya belum sampai 19 tahun, sedangkan aturan sekarang dalam undang-undang nomor 16 tahun 2019, bahwa remaja putra atau putri wajib di nikahkan pada saat umur 19 tahun, tapi kalau ada diantara kita yang sudah mau menikahkan anaknya yang belum cukup umur 19 tahun, maka kita bisa membawa anaknya ke pengadilan agama untuk diberikan disponisasi nikah, karena biar kita bawa ke mana anakta pergi di kantor KUA Insha Allah, tidak akan dilayani karena pihak KUA tidak mau melanggar aturan, jadi makanya kita terlebih dahulu ke kantor pengadilan agama untuk di berikan surat disponisasi dan kemudian bagi yang mau naik haji, tahun ini sudah bisa, ” ungkap bimas Islam ini.Selanjutnya, dalam acara maulid Nabi Besar Muhammad SAW, selaku pemerintah kecamatan Sarudu, Hj. Darmawati N, SE, M.A.P, Memberikan kata sambutannya, mengatakan, ” kami bersyukur atas hadirnya para kiai ini, jauh – jauh datang, mudah – mudahan dapat mendoakan semoga wilayah kami agar mendapat keberkahan dan dapat bertambahnya santri- santri yang mau belajar ilmu agama di pondok pesantren, oleh karena itu kami pemerintah kecamatan Sarudu sangat berterima kasih kepada pimpinan pondok pesantren DDI SARUDU Ustadz Mahmud Latif,S.Pd.i, karena ini merupakan suatu awal yang baik dari kami setelah sekian lama ternyata kita juga mampu dan bisa mengadakan pondok pesantren di wilayah kec.sarudu ini, baru kemarin mungkin kita hanya mendengar dan melihat dari daerah lain, namun masya Allah, hari ini kami sudah menyaksikan bahwasanya ternyata kami di sarudu juga bisa, jadi saya menghimbau kepada para orangtua yang ada di wilayah sarudu ini bahkan ada yang berada diluar, mari kita masukkan anak kita ke pondok pesantren yang terdekat saja itu mungkin lebih maksimal bahwasanya baik dari orangtua maupun lingkungan yang di sekitarnya, kita lebih dekat untuk memantau putra-putri kita di banding kita menyekolahkan di luar daerah, disamping juga memakan banyak biaya dan juga kita tidak bisa mengontrol bagaimana hidup keadaan anak kita di luar sana, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pak Kiai yang mana telah datang di Sarudu semoga dengan kehadiran pak Kiai dapat membawa keberkahan di daerah kami, Aamiin, ” kata camat Sarudu.Pada kesempatan itu pula, putra KH.Ambo Dalle, AGH.Muhammad Rasyid Ridha,S.Pd.i, menyampaikan sepata kata perkenalan dirinya, ” terima kasih kepada pimpinan Pondok Pesantren DDI SARUDU, Ustadz Mahmud Latif,S.Pd.i, yang mana jauh-jauh datang ketempat saya di Sulawesi Selatan dengan tujuan hanya mengundang saya untuk datang di tempat ini dalam rangka menghadiri acara Akbar maulid Nabi Muhammad,SAW di pesantren DDI ini, saya mengapresiasi kepada beliau Ustadz Mahmud Latif,S.Pd.i yang mana telah mampu mewujudkan amanah yang di cita-citakan Almarhum Ayahanda ustadz Latif,” pungkasnya.Dipuncak acara maulid, seorang Da’i Alumni As’adiyah Sengkang, AGH Aliasyadi,Lc,MA, membawakan ceramah maulid dengan tema, Meneladani Akhlak Rasulullah Saw dalam segala sapek kehidupan, ” hendaklah kita selalu meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam segala aspek kehidupan dan menjadikan ukhuwah Islamiah sebagai pondasi untuk mengembangkan pendidikan di pondok pesantren DDI SARUDU, namun menyinggung soal bid’ah, tidak semua kelakuan nabi Muhammad Saw, kita bisa ikuti, sebab pada zaman Rasulullah dengan zaman kita sekarang sangat bedah jauh,” ungkapnya.

Diketahui bahwa terselenggaranya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, di Ponpes DDI Sarudu tidak lepas dukungan dari para donatur maupun sebagian dari para orangtua santri dan bahkan ada seorang donatur yang rela menyumbangkan seekor sapi guna di sembelih untuk kepentingan acara maulid akbar tak lain adalah adik ipar dari pimpinan ponpes DDI SARUDU.

(Muhammad Jasman)