oleh

Tidak Terima Diputuskan, AR (20) Tega Aniaya Mantan Pacarnya

SULBARNEWS.COM – Polresta Mamuju, Tak terima diputuskan hubungan, seorang mahasiswa dari salah satu universitas yang ada di Mamuju tega aniaya mantan pancar hingga babak belur. Akibatnya pelaku Arif (20 th) harus meringkuk di sel tahanan.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP. Pandu Arief Setiawan, SH. S.IK, mengungkapkan kepada awak media, kejadian itu terjadi pada Rabu, (17/11/2021) di salah satu rumah pelaku di Jalan Tingara Bui, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Sulawesi Barat.

“Setiba dirumah, pelaku mengajak korban masuk kedalam kamar dan meminta korban untuk tidak memutuskan hubungan pacaran mereka, karena korban menolak, akhirnya pelaku bertengkar dengan korban. Ketika korban hendak keluar kamar pelaku selalu menghalangi dan menarik korban hingga baju korban robek di bagian bahu,” ucap Pandu, Mantan Kasatreskrim Polres Pasangkayu tersebut.

Lanjut Pandu, Kasatreskrim Polresta Mamuju, ” tak hanya berakhir disitu, pelaku kemudian langsung mencekik leher korban dan memukul bahu dan kepala bagian belakang. Selain itu pelaku juga mendorong korban hingga terbanting ke dinding. Korban kemudian memohon kepada pelaku agar tidak memukulnya lagi dan berjanji tidak melaporkan kejadian ini ke Polisi, Lalu pelaku mengantar korban ke rumah temannya,” terangnya.

Karena pelaku telah mengetahui lewat medsos kalau dirinya sedang dicari pihak kepolisian, pelakupun berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi.

Hingga akhirnya pada hari Jumat, (19/11/2021) sekitar pukul 14.30 WITA setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga pelaku, akhirnya ibu pelaku berhasil membujuk pelaku untuk menyerahkan diri ke Polisi.

AKP. Pandu Arief menjelaskan, ” setelah pihak kami menginterogasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku kesal karena korban memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmara dengan pelaku,” tambahnya

Di ketahui, saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Mamuju. Dan akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 351 KUHPidana tentang tindak pidana penganiayaan dengan hukuman minimal Lima (5) tahun penjara. (**)