oleh

Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke-74 Tahun,Abdul Salam,Meninggal Dunia,Pada Saat Bermain Sepak Bola Di Lapangan Desa Ompi

PASANGKAYU,SULBARNews.com,-Dalam Rangka Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 (HUT RI – 74),Bagi seluruh Rakyat Indonesia, turut Menyambut dan Memeriahkan Hari yang sangat bersejarah itu.

Tak Terkecuali terhadap Warga Negara Indonesia yang berada di Dusun Tata,Desa Ompi, kec.bulutaba, adalah salasatu kampung Pedalaman dan kategori sangat terpencil, Letaknya,Di Ujung Timur Daerah Kab.Pasangkayu, Sulawesi Barat,perbatasan dengan Daerah Kab.Donggala,Prov.Sulawesi Tengah.

Sebagai Wujud Kecintaan Terhadap Nilai-nilai kemerdekaan Republik Indonesia,Abdul Salam,kelahiran Sinjai,umur 42 tahun dan telah mempunyai seorang istri serta dua orang anak,yang Bermukim Di Dusun Tata,Desa Ompi, Kec.Bulutaba, Kab.Pasangkayu, Prov.Sulbar.Adalah salaseorang Imam Masjid di dusun Tata dengan tiba-tiba ajal menjemputnya, sehingga Abdul Salam meninggal Dunia di lapangan sepak bola desa ompi(7/08-2019) pada saat itu dia sedang asyik bermain bola dalam pertandingan antar dusun sedesa Ompi untuk memeriahkan dan menyambut HUT RI KE-74 tahun

Kronologi kejadian,berdasarkan keterangan dari PLT,Desa Ompi, Rizal,Menerangkan: ” Bahwa Abdul Salam Meninggal Dunia pada saat ikut berkompetisi,pertandingan bola kaki antar Dusun sedesa Ompi,
Pada saat pertandingan berlangsung, secara tiba-tiba tubuhnya rebah dan tergeletak di lapangan,tim medis langsung menolong korban di dalam lapangan guna di periksa,ternyata Abdul Salam sudah meniggal di tempat dan jenazahnya di bawah di rumah kediamannya di dusun tata,namun setelah dikonfirmasi pihak keluarga korban yang ada di dusun maradde,desa makmur jaya,kec.tikke Raya, kab.Pasangkayu. pihak keluarga korban meminta agar jenazah Abdul Salam di antar ke maradde sekitar pukul 09.00,malam dan tiba di maradde sekitar pukul 12.00 malam dengan menggunakan kendaraan mobil pic up milik H.Suwanto dan Selanjutnya, pada esok hari,jenazah Almarhum di antar lagi oleh pihak keluarganya ke Sinjai untuk di kebumikan di tanah kelahirannya ” ungkap pak Rizal.

Lanjut Pak Rizal mengutarakan, ”
bahwa menurut keterangan dari pihak keluarganya, ternyata almarhum selama ini mengidap salasatu penyakit karena tidak hanya sekali mengalami hal seperti itu,memang biasanya almarhum dengan secara tiba-tiba pingsan begitu saja, sehingga kejadian tersebut murni tidak menyangkut pada saat dia sedang bermain bola” terang Rizal

Rizal menambahkan, ” saya sampaikan kepada masyarakat Ompi,bahwa dengan adanya peristiwa tersebut, saya berharap jangan ada patah semangat,tetap lanjutkan kompetisi dalam pertandingan sepak bola karena baru kali ini masyarakat Ompi mengadakan pertandingan sepak bola antar dusun untuk memeriahkan HUT RI yang KE-74, Jangan ada berpikiran hal mistis karena Almarhum Abdul Salam,memang sudah ajalnya meninggal di lapangan bola kaki Ompi,itulah salasatu wujud kecintaan Abdul Salam terhadap hari kemerdekaan Republik Indonesia,pak salam benar-benar menghargai para pejuang kita terdahulu yang telah memerdekakan Indonesia seperti yang telah kita rasakan sekarang ini dan memang pak salam orangnya sangat pencinta bola “urai Plt.Desa Ompi.

Rizal juga menjelaskan, ” pada saat pak,Salam meninggal dunia, kami mencoba menghubungi pihak puskesmas yang berada di desa lilimori,Kec.Bulutaba,Kab.Pasangkayu,guna meminjam mobil Ambulans untuk menjemput jenazah Pak Abdul Salam tetapi ironisnya, menurut penyampaian dari pihak puskesmas bahwa mobil Ambulans dalam keadaan Rusak.beruntung saat itu, saya ketemu dengan kawan lama ,H.Suwanto, salasatu mantan kepala desa Karave,saat ini beliau adalah ketua paguyuban kerukunan keluarga Jawa (KKJ) Kab.pasangkayu.setelah saya berkomunikasi dengan beliau, perihal Jenazah Abdul Salam,tidak pikir panjang,H.Suwanto,segera mengambil inisiatip dan segera menjalankan mesin mobilnya,Langsung berangkat ke Ompi guna menjemput jenazah yang di maksud ” jelas Rizal.

Di lain tempat,H.Suwanto,selaku Ketua paguyuban Kerukunan keluarga Jawa (KKJ) kab.pasangkayu, mengungkapkan,” saya selaku ketua paguyuban,atas permintaan PLT,Desa Ompi,saat itu tidak panjang lebar,saya langsung berangkat menjemput jenazah Abdul Salam di dusun tata, desa Ompi untuk di bawa ke maradde desa makmur jaya, dan salasatu tujuan terbentuknya kerukunan keluarga Jawa adalah guna membangun silaturrahmi antar keluarga dari berbagai macam suku dan budaya yang ada di dalam bingkai NKRI ” ungkap H.Suwanto.

Wartawan SBN:  M Jasman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed