oleh

Di Duga,Proyek PDAM Yang Menelan Anggaran Biaya Milyaran Rupiah, T/A,2018.Di Keluhkan Warga Setempat

-NASIONAL-54 views

Donggala,SulbarNews.com,– Proyek Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM)  yang  di duga menelan anggaran biaya miliaran rupiah pada tahun 2018. Telah di  keluhkan oleh warga setempat.

Proyek yang di maksud tepatnya,di desa Mbuwu dan Watatu, Kecamatan Banawa Selatan,Kabupaten Dongggala, provinsi sulawesi tengah, hingga saat ini aliran airnya tidak stabil.

Masyarakat Desa Mbuwu dan watatu selaku pelanggan air perusahaan daerah air minum (PDAM),adalah proyek pembangunan yang  di bangun dengan menggunakan dana milik pemerintah tersebut,warga mengeluh akibat kondisi air yang mengalir selalu mati dan terkadang hidup.

“Bagus si, alhamdulilah Cuma itu mati hidup,” tutur Andi, warga setempat ditemui baru baru ini.

Lanjut Andi,menuturkan,” air baru mengalir sekitar dua bulan lalu, sedangkan proyek tahun anggaran 2018 seharusnya mengalir sejak di awal tahun 2018.” keluh, Andi

“Kalau malam ditutup, siang kadang dibuka kadang tidak, jadi mengalirnya kadang-kadang,” tambah Andi.

Warga lain bernama Mangge Oi, mengatakan, “kalau ada pesta, air pasti habis, sehingga kami membutuhkan beberapa waktu untuk menampung air di BAK,belum lagi pipa pecah karena timbunannya tidak dalam”ungkap,salah satu warga Mbuwu

Berdasarkan  Informasi yang di himpun dari lapangan,bahwa, lokasi BAK penampungan air di Desa Mbowu terancam tertimbun longsor, diduga saat itu, perencanaan pembangunan  tidak matang.

Ironisnya,Lokasi tempat BAK penampungan air PDAM  yang di maksud,posisi di bawah gunung  dan hal itu jika di lihat sangat berbahaya karena bisa saja kemudian hari gunung akan longsor menimpa BAK penampungan air PDAM, persisnya berdekatan dengan Kantor.

Bahkan parahnya sebagian tanah yang labil sudah mulai longsor di sisi kiri bangunan BAK penampungan air dan Kantor, diprediksi tidak akan memakan waktu yang terlalu lama, BAK tersebut akan tertimbun Longsor.

Sementara itu pada proyek ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulteng menemukan ada Rp438 Juta dugaan kerugian Negara dan denda keterlambatan Rp200 juta rupiah.

Proyek tersebut dibangun dan dikerjakan oleh PT PJA yang diduga dikendalikan oleh NG selaku rekanan atau Kontraktor.

Sementara itu NG dihubungi wartawan mengatakan, soal terancam longsor sudah bukan kepenangan dirinyalagi.

“Kalau soal longsor bukan kewenangan saya lagi,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan olehnya soal mati hidup air bukan urusan dia lagi tapi sudah ranah PDAM dan Dinas Terkait dalam ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Donggala.

(S.wijaya/jasman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed