Gubuk Ini Sedianya Dapat Bantuan Stimulan Dari Pemerintah Sejak Tahun Kemarin Dan Jadi Langganan Banjir

sulbarnews.com-  Baras, Pasangkayu, Berdasarkan pantauan kami di lapangan, bahwa, di antara beberapa rumah warga yang bermukim di lingkungan samonu, Kelurahan Baras, Kec.Baras, Kab.Pasangkayu, Prov.sulbar.

Nampak Salasatu Rumah milik seorang warga lingkungan samonu, atas nama Ansar Bahri, sebagai kepala Rumah tangga/kepala keluarga yang telah mempunyai seorang istri dan 2 orang anak tersebut, sangat layak mendapat  perhatian yang serius dari pemerintah, dalam hal ini gubuk yang dia tempati selama kurun waktu 5 tahun, sampai hari ini belum pernah mendapat bantuan stimulan dari pemerintah, padahal jika di tinjau dari segi kondisi ekonomi yang di alami oleh Ansar bersama istri dan ke dua orang anaknya sudah sepantasnya mendapatkan bantuan stimulan yang di maksud.

Selain itu, menurut Ansar Bahri, bahwa setiap di musim penghujan, gubuk yang dia tempati selama ini, selalunya menjadi langganan banjir, sehingga hal tersebut juga sangat perlu perhatian yang serius dari pemerintah untuk pembenahan saluran dreinase khususnya yang ada di lingkungan samonu pada umumnya di wilayah kelurahan Baras.

Gubuk tampak belakang
Gambar Gubuk tampak belakang

Ansar Bahri adalah salasatu Kepala keluarga/Rumah Tangga yang masuk kategori prasejahtera satu sebab tidak mempunyai penghasilan menetap buat menghidupi kebutuhan rumah tangganya yang apabila di rata-ratakan penghasilannya dalam satu bulan hanya mampu mencapai Rp.300 ribu rupiah perbulan,terang Ansar di kediamannya

Menurut pengakuan Ansar, bahwa beberapa tahun lalu gubuk yang dia tempati berteduh selama ini sudah berkali-kali di Poto oleh pihak yang di tugaskan dari pemerintah, sejak tahun 2017 yang lalu dan ia sudah berkali-kali juga telah menyetor berkas kelengkapan admistrasi ke pemerintah kelurahan Baras, sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan stimulan yang di maksud. Namun sampai hari ini bantuan tersebut belum juga dia dapatkan.

Olehnya itu sebagai warga yang salasatunya berhak menerima manfaat bedah rumah, Ansar Bahri sangat mengharapkan bantuan tersebut, semoga di tahun 2020 ini dia akan mendapatkan bantuan stimulan bedah rumah dari pemerintah

Saya sangat heran, kenapa sampai hari ini saya tidak pernah mendapatkan bantuan bedah rumah, padahal beberapa tahun yang lalu, gubuk saya sudah di periksa dan di Poto oleh tim yang di tugaskan dari pemerintah dan kemudian saya sudah serahkan berkas untuk persyaratan ke pemerintah kelurahan Baras dan baru-baru ini saya telah menghadap sekcam baras yakni,mantan lurah baras Nadris H.Waris, di rumah kediamannya, mengatakan bahwa, sebenarnya tahun kemarin 2019 seharusnya kaulah salasatunya yang mendapatkan bantuan bedah rumah itu karena apabila setiap ada rapat mengenai anggaran yang di maksud  maka saya selalu sebut namamu dalam rapat supaya kamu juga salasatu yang mendapat bantuan bedah rumah itu " tutur Ansar Bahri  sembari menirukan ungkapan sekcam Baras dalam hal ini mantan kepala kelurahan baras

Lanjut Ansar, menuturkan, " kenapa hanya orang lain yang kena bedah rumah, padahal kalau di pikir rumahku juga lebih layak kena bantuan seperti halnya dengan rumah-rumah warga lainnya sedangkan lokasi yang di tempati rumah saya berdiri sekarang ini adalah lokasi milik saya sendiri hibah dari kedua orang tua saya karena salasatu syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut harus ada dasar pondasi dulu dan hal ini semua sudah ada " tutur ansar yang merasa heran dan kecewa.

Ansar juga Menambahkan, " dan kemudian apabila turun hujan, maka gubuk saya ini selalu jadi Langganan banjir karena sistim aliran pembuangan gotnya tidak lancar " gumam Ansar Bahri

sehingga dengan demikian, sebagaimana kondisi yang telah di alami oleh salaseorang warga lingkungan samonu tersebut, agar kiranya pihak pemerintah perlu perhatian yang serius untuk memberikan bantuan stimulan bedah rumah.    (Ansar)

Jarang Di Sukai Banyak Orang, Ternyata Mengkonsumsi Sayuran Pahit, Sangat Bermanfaat Bagi Kesehatan !

Sulbarnews.com- kesehatan, sebagian besar orang tídak terlalu suka dengan makanan yang rasanya pahít. Makanan-makanan pahít sepertí pare, daun pepaya, dan laín sebagaínya, kerap kalí díhíndarí oleh sebagían orang. Padahal makanan-makanan pahít tersebut menawarkan segudang manfaat bagí kesehatan tubuh.

Apa saja manfaatnya? Símak ulasannya beríkut íní.

1. Membantu menyehatkan pencernaan

Produksí enzím pencernaan yang ada dí dalam tubuh bísa dítíngkatkan dengan mengonsumsí makanan pahít. Makín baík pencernaan makanan, makín banyak pula nutrísí yang dapat díserap tubuh.

2. Kaya vítamín dan míneral

Sayuran pahít sepertí pare menawarkan segudang nutrísí yang baík bagí tubuh. Makanan pahít memílíkí kandungan vítamín C, K, dan a, serta míneral sepertí magnesíum, kalsíum, dan kalíum. Sayuran-sayuran pahít juga kaya akan serat, dan folíate, namun rendah sodíum dan lemak.

3. Melawan radíkal bebas

Studí terbaru telah menunjukkan bahwa makanan pahít, termasuk salah satunya adalah cokelat pahít dapat membantu memerangí radíkal bebas dí dalam tubuh.

Dengan kata laín, hal tersebut dapat mencegah penyakít kanker ataupun penyakít saraf.

4. Mengusír racun yang ada dí líver

Kesehatan hatí memaínkan peran pentíng terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mencegah kesehatan hatí bísa dílakukan dengan cara mudah dan sederhana, yakní mengonsumsí makanan pahít.

Sayuran pahít sepertí kale (sejenís kubís) dan sayuran laínnya yang mengandung phytonutríen dapat membantu líver atau hatí melakukan tugasnya sepertí menyeímbangkan hormon, menjaga tíngkat kolesterol, dan menghílangkan racun darí darah.

5. Mengurangí ketagíhan gula

Mengonsumsí banyak gula atau makanan manís bísa memberíkan dampak negatíf bagí kesehatan tubuh, terlebíh lagí bíla anda mempunyaí masalah dalam mengontrol gula darah. Kecanduan akan gula atau makanan manís bísa díkurangí dengan cara mengonsumsí makanan-makanan pahít.

Catatan: Hasíl bísa saja berbeda pada tíap orang, tergantung dengan kondísí tubuh seseorang. sebelum mengaplíkasíkannya sebaíknya konsultasíkan terlebíh dahulu kepada para ahlí/dokter díbídangnya. semua ínformasí bersumber darí medía onlíne. kamí tídak bertanggung jawab apabíla terjadí sesuatu hal dí luar ekspektasí. (**)

Almarhum Kapten Infantri Agus, Danramil 1418-05 Kalumpang, Di Kebumikan Secara Militer

sulbarnews.com- Mamuju.  Suasana duka menyelimuti Keluarga Besar Kodim 1418/Mamuju Korem 142/Tatag dimana pada Selasa 6 Januari 2020 Pukul 10.15 Wita telah kehilangan salah satu anggota terbaiknya atas nama Kapten Inf Agus NRP 600358 Danramil 1418-05/Kalumpang Kodim 1418/Mamuju, yang telah dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Pendrik (Dokter Ahli Penyakit Dalam) dan dr. Hendrikus (Spesialis Saraf) di ruangan ICU RS Stella Maris, setelah menjalani pengobatan.

Almarhum sebelumnya sudah dirawat di Rumah Sakit Tk. II Pelamonia Makassar, selama 12 hari, RS. Makkasau Polman 5 hari dan RS. Bhayangkara Polda Sulsel selama 12 hari dan terakhir almarhum sempat di rawat di RS. Stella Maris Makassar. Menurut hasil diagnosis dokter bahwa almarhum menderita suspect cerebral tumor metastasis DD/Abscess, brain swelling, mega cystrna magna.

Pada tanggal 7 Januari 2020 Pukul 10.00 Wita dilakukan prosesi Upacara Persemayaman di rumah duka Desa Soreang Palipi Kec. Banggae Kab. Majene Prov. Sulbar bertindak selaku Irup Dandim 1401/Majene Letkol Ragung Ismail, dilanjutkan Upacara Pemakaman Militer di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Soreang Palipi Kec. Banggae Kab. Mamuju Prov. Sulbar.

Pada prosesi upacara Pemakaman Militer tersebut  bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Kodim 1418/Mamuju Kolonel Inf Suyitno, S.I.P, sebagai  Komandan Upacara Lettu Inf Alimuddin, Dan Unit Inteldim 1401/Majene, dan pasukan upacara dari 1 Pleton gabungan Kodim 1401/Majene dan Yonif 721/Makassau.

Pada kegiatan tersebut Dandim 1418/Mamuju, Kolonel Inf Suyitno, S.I.P menyampaikan duka yang mendalam terhadap kepergian salah satu anggotanya, sebagai bapaknya dan sebagai atasannya sungguh saya merasa kehilangan, dimana keseharian almarhum sangat dekat dengan anggota, sangat ceriah dan penuh tanggung jawab atas tugas yang diembannya.”Tegasnya.

Selanjutnya Dandim 1418/Mamuju Kolonel Inf Suyitno, S.I.P didepan istri almarhum menyampaikan agar mengikhlaskan kepergian almarhum, ini sudah kehendak Allah SWT  kita sebagai manusia wajib menerima dan mendoakan dengan rasa tulus dan ikhlas sehingga almarhum lebih tenang dialam kuburnya, diampuni segala dosanya dan diberikan tempat yang mulia di sisi Allah. (**)

Korban Hilang Selama 3 Hari,Nona Mia Raga, Di Temukan Dalam Keadaan Selamat

Pasangkayu,sulbarnews.com- setelah melakukan pencarian selama dua hari oleh sejumlah warga masyarakat desa Lilimori bersama pihak pengamanan dengan menyusuri area pegunungan buluhera TKP namun pencarian selama itu belum menemukan tanda-tanda sedikitpun. Tidak putus asah,pencarian korban di lanjutkan kembali pada Minggu pagi,22/09-2019, Oleh Bhabinkamtibmas desa Lilimori Palasahwan bersama Babinsa desa Lilimori di bantu oleh tim BNPB kab.pasangkayu serta sejumlah warga masyarakat desa Lilimori, kec.bulutaba,kab.pasangkayu, Sulawesi barat,bergerak secara serentak menuju gunung buluhera, di mana gunung tersebut adalah gunung yang tertinggi di kec.bulutaba tempat nona Mia Raga yang di nyatakan hilang selama 3 hari. Namun berselang beberapa menit tiba di TKP, para pencari korban Nona Mia Raga barsama tim BNPB kab.pasangkayu, akhirnya menghentikan pencarian korban dengan adanya informasi dari warga Baras delapan, bahwa Nona Mia Raga sudah berada di Baras delapan desa Kastabuana, tepatnya di  rumah kediaman H.Abd.Rahman, kepala desa Kastabuana, kec.bulutaba, kab.pasangkayu, prov.sulbar. Menurut dari pihak keluarga korban,Osias, via WhatsApp, "H.Abd.Rahman,Kepala desa Kastabuana, menghubungi salasatu warga desa Lilimori,Deis, Bahwa ada salaseorang warga desa Lilimori jenis kelamin perempuan suku NTT,di temukan di atas gunung sejak hari Sabtu, sekitar pukul 18.00 Wita,atas nama yang menemukan H.Dg,Basing, suku Makassar,namun saat itu H.basing belum sempat menyampaikan ke pemerintah setempat berhubung situasi sudah gelap,maka esok harinya,tepat pukul,06.00 Wita,H.basing membantu korban bersama anaknya membawa sikorban menuju perkampungan yang berada di desa Kastabuana di suatu tempat permandian air terjun " Korban di temukan dalam keadaan selamat, namun kondisi korban sangat loyo hingga korban tersebut sementara dalam perawatan medis  puskesmas Lilimori, kec.bulutaba. kab.Pasangkayu, prov.sulawesi barat.   Penulis/pimpinan media online, sulbarnews.com : jasman s pali