Komisioner KPU RI,Wahyu Setyawan Punya Harta Rp.12,8 M Di Tangkap KPK

sulbarnews.com- KPK menangkap Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, pada Rabu (8/1) siang. Ketua KPK Komjen Firli Bahuri telah mengonfirmasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut.

“Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap. Kami masih bekerja,” ujar Firli saat dikonfirmasi.

Sebagai pejabat negara, Wahyu tentu wajib melaporkan harta kekayaannya (LHKPN) ke KPK.

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diakses kumparan di laman elhkpn.kpk.go.id, Wahyu terakhir melaporkan hartanya pada 30 Maret 2019, terkait jabatannya sebagai komisioner KPU RI.

Wahyu memiliki harta senilai Rp 12.812.000.000, yang terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Untuk harta tidak bergerak, aset yang ia miliki berupa sembilan tanah di Banjarnegara dengan total nilai Rp 3,35 miliar.

Adapun harta bergerak, Wahyu memiliki aset senilai Rp 1,025 miliar berupa satu unit Toyota Innova, Honda Jazz, Mitsubishi All New Pajero Sport, serta satu unit sepeda motor Honda Vario, motor Yamaha F 1 ZR, dan motor Vespa Sprint.

Wahyu juga mempunyai harta bergerak lainnya yang ditaksir senilai Rp 715.000.000, surat berharga, kas dan setara kas sebesar Rp 4,98 miliar, harta lainnya senilai Rp 2,74 miliar, dan utang Rp 0.

Saat ini, status Wahyu akan ditentukan usai menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam.

Merespons penangkapan ini, Ketua KPU, Arief Budiman, mengaku belum mengetahui info tersebut. “Saya masih belum bisa memastikan, masih tunggu konfirmasi juga,” kata Arief saat dihubungi.

Hal senada juga disampaikan Komisioner KPU Viryan Azis dan Ilham Saputra.

“Mohon maaf. Sejak kemarin saya di Sulsel. Saya sekarang sedang di KPU Enrekang, Sulsel, ada agenda kerja,” kata Viryan.

“Saya belum dapat infonya,” tambah Ilham. (**)

Mabes Polri : Istri Dalangi Pembunuhan Korban Hakim PN Medan, Tiga Tersangka Di Tangkap

sulbarnews.com – Sumatera Utara (Sumut) bersama Polrestabes Medan akhirnya mengungkap kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan almarhum Jamaluddin. Dalam kasus ini, tiga pelaku telah ditangkap petugas gabungan.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, identitas ketiga pelaku yakni istri korban berinisial ZH dan dua orang suruhannya berinisial JP dan RN. Di mana otak pembunuhan yakni istri korban.

“Ada tiga pelaku, yang pertama istri korban, kemudian sama dua orang suruhannya,” kata Argo di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (7/01/2020).

Argo menjelaskan, pengungkapan terhadap para pelaku setelah polisi menggali dengan metode induktif dan deduktif. Yakni penyelidikan mulai dari tempat kejadian perkara (TKP) maupun kaitannya dengan pekerjaan korban. Dari sana diketahui sang istri menjadi dalang pembunuhan tersebut.

Namun demikian, Argo belum bisa menjelaskan motif kasus tersebut. Hal itu nanti akan disampaikan Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

“Tentunya nanti akan dirilis secara lengkap oleh Polda Sumut. Tapi yang terpenting semuanya ini sudah terungkap pelakunya,” katanya.

Diketahui, sebelumnya Hakim PN Medan Jamaluddin (55) ditemukan tewas dalam mobil Toyota Prado warna hitam dengan nomor polisi BK 77 HD miliknya sendiri pada, Jumat (29/11/2019) pukul 13.30 WIB. Mobil tersebut berada di jurang tepatnya di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. (**)

Kades Letawa Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan Terhadap Wartawan

Pasangkayu,sulbarnews.com | Berdasarkan terbitan berita dari media kabarsulbar.com,bahwa Kepala Desa Letawa, Kecamatan Sarjo Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Mamuju Utara/Pasangkayu,

Dalam hal ini Najamuddin adalah Kades Letawa telah ditetapkan sebagai tersangka dengan adanya laporan dari salah seorang Wartawan yang tergabung dalam Organisasi Pers IJS (Ikatan Jurnalis Sulbar), sesuai Laporan Polisi, Nomor : LP/105/XI/ 2019/SPKT/Res. Matra pada tanggal 20 November 2019.

Laporan tersebut ,di duga bahwa Najamuddin adalah kepala desa letawa telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Wartawan Rudy Usman, sebab  diduga tidak terima dengan pemberitaan tentang Tambak Udang Vaname di Desa Letawa yang melibatkan dirinya.

“Saya sudah menerima surat pemberitahuan perkembangan penyelidikan dari Polres Mamuju Utara, kasus ditingkatkan kepenyidikan berarti Kepala Desa sudah status tersangka (TSK),” kata Rudy kepada Wartawan, jumat (6/11).

Namun kata Rudy terkait penahanan tersangka hingga saat ini belum ada. “Saya sudah tanya pak Kanit Res katanya belum ada penahanan, sebab itu tergantung keputusan pimpinan” ujar Rudy.

“Hari senin tanggal 09 Desember ada panggilan lagi dari Polres Matra untuk dimintai keterangan lanjutan, dua saksi saya juga dipanggil” tambah Rudy. (***)

Pelaku Pembobolan Kantor Dinas PUPR Kab.Pasangkayu, Telah Di Tangkap Polisi

Pasangkayu,sulbarnews.com | Setelah melakukan serangkaian Penyelidikan selama 3 minggu, akhirnya Tim Jatanras Sat Reskrim Polres Mamuju Utara Polda Sulawesi Barat berhasil mengungkap Pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dan Pengrusakan yang terjadi di kantor Dinas Pekerjaan Umum Kab. Pasangkayu pada 02 Oktober 2019 lalu.

Di kutip dari laman media online kabardaerah, bahwa pelaku ditangkap pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2019 di Desa Kalibiru Kec. Sindue Tombusabora Kab. Donggala. Dimana Saat Team gabungan Unit Jatanras Polres Mamuju Utara bersama Resmob Polres Donggala dan Resmob Polres Palu melakukan pengejaran terhadap pelaku kemudian menemukan pelaku sedang melintas dengan mengendarai 1 (satu) unit mobil kemudian Team langsung memberhentikan dan menemukan para pelaku berada di dalam mobil.

Pada saat ingin dilakukan pengeledahan, pelaku melakukan perlawanan dengan cara menendang petugas pada saat membuka pintu dan sempat mencabut sebilah badik dari sarungnya sehingga Team langsung melepaskan beberapa kali tembakan peringatan sehingga pelaku langsung ciut dan berhasil diamankan.

Menurut Waka Polres Mamuju Utara Kompol Jufri Hamid S. Sos yang didampingi KBO Sat Reskrim Ipda Firman Sanusi SH dan Ps.Kanit Pidum Bripka Dominggus saat Press Release di Baruga Panaluang Polres Mamuju Utara pada hari jumat 01 Nopember 2019 bahwa Pelaku Curat dan pengrusakan yang terjadi di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kab. Pasangkayu Jalan Pangeran Diponegoro Kel. Pasangkayu adalah:

1. AT (62 th) Alamat Desa Rampoang Kec. Malangke Kab.Luwu Utara Prov.Sulsel. Status crime Residivis.

2. A (41 th) Alamat Jl. Anoa Kota Palu. Status crime Residivis.

3. M (47 th) Alamat Jalan Anoa Kota Palu, Desa Meli Kec. Balaesang Kab. Donggala.

“Ketiganya diduga telah melakukan Pencurian Dengan Pemberatan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/87/X/2019/SPKT/Res Matra, Tanggal 02 Oktober 2019,” terang Waka.

Dari tangan pelaku kata Waka, Polisi Menyita Barang Bukti Berupa:

– 1 Buah Linggis.
– 1 Buah Obeng Plat.
– 1 Lembar Skraf Warna Abu-abu Tengkorak.

Adapun barang-barang tersebut diduga digunakan oleh para pelaku pada saat melakukan Pencurian di kantor dinas PU Kab.Pasangkayu.

“Terhadap A Kami Sidik di Polres Mamuju Utara sedangkan AT dan M disidik di Polres Donggala karena diduga ada 3 Tkpnya disana. Pelaku A akan disangka dengan Pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5 KUHPidana dengan Ancaman Hukuman 7 tahun Penjara,” tutupnya. (Jasman s pali)

Pengangkut Sampah TPS 3 R KSM Toribara, Di Tabrak Oleh Seorang Pengendara Motor

Pasangkayu,sulbarnews.com  Insiden terjadi di jalan poros bambaloka-palu, tepatnya depan Tempat pembuangan sampah   (TPS ) 3 R (Reduse Reuse Recycle), kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Toribara, kelurahan Baras, kec.baras, kab.pasangkayu, prov.sulawesi barat.

Peristiwa tersebut, Abdul Haris (bapak illa), warga dusun samonu,kelurahan Baras, kec.baras sedang mengendarai motor 3 roda yang sedang mengangkut sampah sebanyak kurang lebih 700 kg dari rumah-rumah warga setempat, dari arah Utara menuju arah selatan di mana tempat pembuangan sampah berada, namun naas, pada arah yang sama tiba-tiba seorang pria pengendara  motor RX King warga desa Buluparigi kec.baras,melanju dari arah Utara menuju arah selatan menabrak motor pengangkut sampah hingga membuat pengendara motor RX King di larikan ke puskesmas bambaloka untuk di lakukan perawatan intensif sedangkan pengendara motor 3 roda pengangkut sampah bersama kendaraan di arahkan ke Mapolsek Baras dengan mengangkut satu unit motor yang menabrak

Peristiwa terjadi sekira pukul 08.30 Wita, senin,30 September 2019. Kronologi kejadian, Menurut, pengendara pengangkut sampah Abd.Haris, mengungkapkan, ” saat itu saya kaget juga kenapa tiba-tiba ada yang menabrak saya, padahal saya sdh belok dan garis putih jalan raya saya sudah lewati menuju pintu area tempat pembuangan sampah dengan menggunakan lampu weser kanan, itupun sebelum saya belok,saya tengok kiri kanan dulu dan saya tidak melihat adanya kendaraan, makanya saya kaget pada saat saya di tabrak,ada saksi mata masyarakat yang melihat pada waktu kejadiannya tadi ” ungkap haris di kantor Polsek Baras

Bimas lurah Baras, pada saat dari puskesmas bambaloka,Pak,Pendi, mengungkapkan, ” saya baru dari puskesmas melihat pengendara motor RX King yang sedang di rawat oleh pihak puskesmas dan kondisinya sudah sadarkan diri ” ungkap pak pendi di kantor Polsek Baras.

Pada peristiwa tersebut, Kapolsek Baras, AKP.Rigan Hadi Nagara,S,Ik. mengecek kondisi kendaraan yang kecelakaan, ” kendaraan pengangkut sampah ini untuk sementara di titip disini aja dulu,sekitar dua tiga hari lamanya,sebab kondisi pengendara motor RX King masih dalam perawatan di puskesmas, karena jangan sampai, apabila kendaraan ini kita pake sekarang mondar-mandir melakukan pemuatan sampah, itu bisa menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan dari pihak keluarga pengendara motor tersebut ” ungkap Kapolsek baras di tempat parkir kendaraan mapolsek.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas desa Buluparigi dan baras, mengungkapkan ” Kami dari pihak  kepolisian, bahwa, persoalan ini tergantung kepada masing-masing pihak, kalau mereka bisa selesaikan secara kekeluargaan, berarti persoalan ini selesai, tetapi kalau tidak ada kesepakatan di antara mereka berarti kejadian ini akan di lanjutkan ke polres matra ” ungkap pak,pendi

Dalam peristiwa tersebut, Mustapa M, S.Sos, selaku ketua TPS 3  R KSM Toribara, di dampingi Bandaharanya, Iksan,TH. Sambangi Anggotanya di Mapolsek baras yang sedang berada di Mapolsek Baras akibat mengalami kecelakaan. ” Peristiwa ini adalah merupakan salasatu cobaan, karena di Dunia ini saya rasa tidak ada yang mau mengalami hal seperti ini dan insiden ini kami serahkan kepada pihak yang berwajib dan harapan kami agar kejadian ini dapat di selesaikan secara kekeluargaan dengan baik ” ungkap ketua TPS 3 R Toribara di mapolsek Baras kepada wartawan sulbarnews.com

Mustapa,menambahkan, ” terkait hal itu, kami dalam hal ini TPS 3 R KSM Toribara yang bergerak dalam lingkungan kebersihan hidup, sudah terlalu lama menunggu janji dari Dinas Lingkungan Hidup, mengenai kapal kontainer untuk pemuatan sampah yang ada di tempat pembuangan sampah yang kami selalu tumpuk  dan bertumpuk semakin banyak dan apabila hal ini berlarut-larut, maka,  akan mengakibatkan fatal bagi masyarakat di sekitar karena baunya yang sangat menyengat ” tutur ketua KSM TPS 3 R tersebut dengan penuh harap agar kiranya pihak dinas yang terkait dapat merealisasikan dengan secepatnya.

Penulis : jasman s pali